Silahkan Download di KEYWORD SANITASI DAN HIGIENE
FORMAT SUMMARY, MAKALAH, DAN LAPORAN AKHIR
SILAHKAN DOWNLOAD DI format-summary-makalah-dan-laporan-akhir1
Panduan Mankester 2012
keyword ke 1 “Manajemen Kesehatan Ternak dan Sistem Produksi Ternak”
| Kelompok | A | B | C | D | E | F |
| 1 dan 5 | Zoonosis | Depopulasi | Desinfeksi | Bioteknologi | Vaksinasi | Biosecurity |
| 2 dan 6 | Karantina | Sanitasi | Epidemi | Tatalaksana perbibitan | Tatalaksana perkandangan | Tatalaksana pemeliharaan |
| 3 dan 7 | Efisiensi produksi | Pengendalian penyakit | Produktivitas ternak | Animal welfare | Inseminasi buatan | Dekontaminasi |
| 4 dan 8 | Tatalaksana pemberian pakan | Feedlot | Penanganan pasca panen | Fumigasi | Kontaminasi mikroorganisme | Foodborne disease |
untuk setiap pembahasan keyword disesuaikan dengan topik praktikum
terimakasih
” tim asisten “
Selamat Datang 2012
Assalamualaikum,
Selamat Datang Mahasiswa Fakultas Peternakan
di
Blog Matakuliah Manajemen Kesehatan dan Kesejahteraan Ternak
Selama satu semester ke depan, kita akan banyak berinteraksi melalui blog (web log) ini. Segala Informasi teknis maupun non teknis mengenai pelaksanaan praktikum akan disampaikan melalui posting di blog ini. Oleh karena itu kami (Dosen dan Asisten) berharap agar fasilitas blog ini dimanfaatkan se-optimal mungkin.
Anda dapat memberikan feed back berupa pertanyaan, saran, masukan, atau pun memberikan informasi apa saja melalui blog ini deng n cara meninggalkan pesan pada kolom komentar yang tersedia. Kerja sama yang baik sangat kami harapkan dari Anda, sehingga pelaksanaan praktikum dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Demikian beberapa hal yang ingin kami sampaikan, semoga kita dapat bekerjasama dengan baik.
Salam Hangat,
Tim Asisten
Wassalamualaikum warohmatullah..
::PENGUMUMAN::
Pelaksanaan Responsi (Pertemuan Awal+Persiapan) Praktikum Matakuliah Manajemen Kesehatan dan Kesejahteraan Ternak dilaksanakan pada pekan ini pada jam praktikum masing-masing kelas.
Demikian Mohon Diperhatikan.
Terima Kasih.
-Tim Asisten-
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Tentang Manajeman Kesehatan dan Kesehteraan Ternak (Mankester)
Kesehatan dan kesejahteraan ternak sebagai bagian integral dari sistem produksi secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sistem pangan dan keamanan produk hasil ternak. Oleh sebab itu berbagai konsep pengendalian penyakit dan kesejahteraan ternak dalam industri peternakan memerlukan perencanaan dan pemahaman yang baik agar produksi ternak, kesejahteraan ternak dan keamanan produk ternak dapat terjamin kualitasnya.
Mata kuliah ini ditawarkan untuk membantu mahasiswa memperoleh pemahaman yang konprehensif tentang Manajemen Kesehatan Ternak dan Kesejahteran Ternak yang nantinya dapat diterapkan dalam industri peternakan.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Tentang Pengetahuan
Pengetahuan bukanlah suatu imitasi dari kenyataan (realitas). Pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif dari kenyataan yang terjadi melalui serangkaian aktifitas seseorang.
Seseorang yang sedang belajar membentuk skema, kategori, konsep, dan struktur pengetahuan yang diperlukan pengetahuan. Jadi pengetahuan merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau dunia sejauh yang dialaminya. Proses pembentukan berjalan terus menerus dan setiap kali terjadi reorganisasi atau rekonstruksi karena adanya suatu pemahaman yang baru.
Alat/sarana yang tersedia bagi seseorang untuk mengetahui sesuatu adalah indranya. Seseorang berinteraksi dengan objek dan lingkungan dengan cara melihat, mendengar, menjamah, mencium dan merasakannya. Dari sentuhan inderawi itulah seseorang mengkonsruksikan gambaran dunianya. Menurut konstruksivisme, pengetahuan ada dalam diri seseorang yang sedang mengetahui. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seseorang ke pada orang lain. Siswa itu sendirilah yang harus mengartikan apa yang telah diajarkan dengan menyesuaikan terhadap pengalaman-pengalaman mereka atau konstruksi yang telah mereka bangun/miliki sebelumnya.
Pengetahuan merujuk pada pengalaman seseorang akan dunia, tetapi bukan dunia itu sendiri. Tanpa pengalaman seseorang tidak dapat membentuk pengetahuan. Pengalaman tidak hanya diartikan sebagai pengalaman fisik, tetapi juga pengalaman kognitif dan mental. Pengetahuan dibentuk oleh struktur penerimaan konsep seseorang sewaktu dia berinteraksi dengan lingkungannya.
Mankester
Kesehatan dan kesejahteraan ternak sebagai bagian integral dari sistem produksi secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sistem pangan dan keamanan produk hasil ternak. Oleh sebab itu berbagai konsep pengendalian penyakit dan kesejahteraan ternakdalam industri peternakan memerlukan perencanaan dan pemahaman yang baik agar produksi ternak, kesejahteraan ternak dan keamanan produk ternak dapat terjamin kualitasnya.
Mata kuliah ini ditawarkan untuk membantu mahasiswa memperoleh pemahaman yang konprehensif tentang Manajemen Kesehatan Ternak dan Kesejahteran Ternak yang nantinya dapat diterapkan dalam industri peternakan.
About me
Kenapa mesti melalui Blogs !
Dalam pedagogi naratif dan indoktrinatif, pendidik lebih aktif dalam proses pendidikan sementara peserta didik lebih pasif dan membeo. Peserta didik diperlakukan sebagai pihak yang harus dikembangkan dan dicerdaskan. Pedagogi demikian mengandung filosofi pendidikan yang kurang membebaskan peserta didik dan bersimpangan dengan alam demokrasi, sebab peserta didik ditempatkan pada posisi yang amat lemah seperti pasien dihadapan dokter (bandingkan Henry A Giroux, 1996). Sementara pendidik ditempatkan pada posisi yang amat kuat seperti seorang dokter yang memberi obat dan harus ditelan pasien.
Filosofi pendidikan seperti itu tak memadai lagi, karena peserta didik tidak lagi sebagai sentra dalam proses pendidikan. Aktualisasi potensi dan bakat peserta didik menjadi terabaikan. Akibatnya, rasa percaya diri dan kemampuan berekspresi peserta didik kurang diberi ruang untuk berkembang. Padahal, keberhasilan pendidikan bukan terletak pada isi yang diberikan tetapi atmosfer dan proses interaksi, yang dalam pendidikan akan mempengaruhi kreativitas, kecerdasan, mutu dan kualitas yang dihasilkan.
Karena itu, atmosfer pendidikan, pola-pola pikir dan perilaku lebih dibangun melalui filosofi pendidikan yang menjadi jiwa meresapi iklim, suasana, mekanisme sistem, interaksi, dan proses pendidikan. 70 persen keberhasilan pendidikan lebih ditentukan oleh atmosfer pendidikan daripada isi yang diajarkan. Setelah lulus jenjang pendidikan tertentu, peserta didik sudah tidak ingat lagi akan materi yang diajarkan, tetapi pola pikir, metode, pola afeksi, rasa merasa, dan kreativitas yang tumbuh tetap melekat dan terintegrasikan. Dari sudut isi, peserta didik akan mengatakan “we learn anything about nothing” namun dari sudut keberhasilan pendidikan, peserta didik masih teringat akan pengalaman suasana di kelas, suasana interaksi pendidikan yang menumbuhkan sikap dasar, pola pikir, rasa merasa, pola mental, cara memandang, dan kesadaran akan realitas kehidupan.
Blogs Mankester dibuat untuk memperkaya khasanah sistem pembelajaran. Semoga!
Problem Based Learning [PBL]
http://www.jvmeonline.org/cgi/content/full/35/2/212
http://www.pblunit10.com/swright/index1.htm
http://www.saltspring.com/capewest/pbl.htm
Teknis Pelaksanaan Praktikum
I. Overview
a. Sarana Penunjang : slide, video, foto
b. Kegiatan
c. Penjelasan materi praktikum oleh pengajar (dosen)
d. Studi kasus (related issues)
e. Pencatatan pada log book
f. Diskusi terbuka
g. Tugas Individu
II. Summary dari overview yang disampaikan (dikumpulkan minggu selanjutnya)
(max.2 halaman).
III. Makalah
- Sebagai bahan presentasi untuk diskusi pada minggu selanjutnya
- Tema ditentukan untuk setiap kelompok (dapat diakses pada blog mankester: http://mankester.wordpress.com).
IV. Praktikum
a. Kegiatan
b. Pelaksanaan praktikum, dalam bentuk kelompok
c. Pencatatan hasil pengamatan praktikum pada log book
d. Pendiskusian hasil pengamatan praktikum
e. Tugas Kelompok
V. Laporan Praktikum (dikumpulkan minggu selanjutnya)
VI. Diskusi
a. Kelompok Penyaji
• Kegiatan
• Presentasi makalah (Power Point)
Durasi 8 menit
b. Kelompok Pembahas
• Kegiatan
• Pengujian kelompok penyaji melalui pertanyaan & boleh memberi tambahan informasi.
(Pertanyaan max.5, min.3)
VII. Komponen Penilaian
Kelengkapan tugas (summary, makalah, laporan, log book)
Keaktifan
Penguasaan materi
TATA TERTIB
1. Praktikan siap 10 menit sebelum praktikum dimulai
2. Mengenakan Jas lab
3. Melepas alas kaki
4. Menon-aktifkan alat komunikasi
5. Tugas (summary, makalah, dan laporan praktikum) sebagai syarat untuk mengikuti praktikum. Absen dilakukan saat pengumpulan tugas.
6. Posisi duduk sesuai kelompok
7. Mengikuti setiap kegiatan praktikum dengan tertib
Catatan :
Praktikan yang melanggar tata tertib dikeluarkan dari kegiatan praktikum